PLUVIOPHILE
Welcome to Selma's blog.

Indonesian.

100% hooman.


- Selma Garuda.


# Menjadi Teman
August 29, 2017 / permalink


Teruntuk Kamu yang baik,
Maafkan aku,
Karena aku tidak mudah percaya dengan apa yang dinamakan kesan pertama.
Karena aku telah membuat kamu yang baik ini menjadi kecewa.
Karena aku tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh mereka-mereka.
Karena jujur saja, pada mulanya, namamu dalam diriku masih terasa sangatlah asing.
Walau selama satu tahun, ternyata aktivitas harian kita hanya berjarak kurang lebih 10 meter. Dan selama itulah aku tidak menyadari kehadiranmu. Begitupun kamu.
Bukankah ini terdengar sangat menggelikan?

Teruntuk Kamu yang baik,
Dan takdirpun mempertemukan kita berdua didalam suatu ruangan yang baru. Yang mengharuskan kita berdua untuk bertemu setiap harinya.
Aku lemah dalam hal beradaptasi.
Namun kemudian,
kamu menyapaku.
Jujur saja, aku menganggapmu sebagai sebuah jawaban atas segala doaku.
Intinya, aku tidak lagi kesepian, mungkin karenamu.

Teruntuk Kamu yang baik,
Lambat laun, kita berdua berubah menjadi teman.
Dan Kamu yang baik merangkap sebagai sosok penyemangat, sekaligus rivalku dalam belajar.
Kamu yang membuatku tidak takut untuk duduk di barisan paling depan, percayalah.

Teruntuk Kamu yang baik,
Sekali lagi,
Maafkan aku,
Karena aku pernah menaruh sedikit harapan kepadamu.
Sebuah harapan yang jika dibiarkan, akan berbuah kekecewaan.
Karena sebagai figuran, tak seharusnya aku berharap pada sang pemeran utama.
Yang aku tahu, aku hanya perlu tuk bersabar sedikit.
Setidaknya dalam adegan ini.
Dalam adegan lain, aku pemeran utamanya.
Barangkali.

Teruntuk Kamu yang baik,
Terimakasih telah menyempatkan dirimu untuk menyapaku.
Dan melepaskanmu mungkin adalah cara terbaik.
Karena semakin lama, aku menjadi susah payah tuk menahan malu pada diriku sendiri saat kamu menyapaku.
Karena semakin lama, aku tak bisa menahan pandanganku tuk tidak menunduk saat kamu sedang menatapku.
Itu semua muncul secara tiba-tiba. Aku sendiripun tidak faham akannya.
Maafkan aku.
Yang aku tahu, kita sama sama sudah nyaman dengan hanya menjadi teman bukan?

Di kamar kos,
Banyumas, 29 Agustus 2017.

Labels: ,


0 comment(s) on current post.




# Facts About Opus
July 12, 2017 / permalink

read his article in here.

1. Nama Opus adalah usulan dari Mama Sang Owner.

2. Opus termasuk jenis Persia Medium.
3. Opus sering dikasih makan makanan anjing.
4. Opus sering dikira cewe.
5. Mata Opus kuning cerah.
6. Ekor Opus patah.
7. Mungkin itu yang membuat harga Opus jadi murah.
8. Opus pernah kabur ke genteng karena ngejar kucing liar cewe. *Untung ketemu waktu dipanggil 'Pus pus'.
9. Opus selalu mendekat ketika dipanggil 'Pus', makadari itu, ia diberi nama Opus.
10. Sang Owner tidak tahu berapa umur Opus.
11. Opus takut gitar.
12. Opus takut suara hairdyer.
13. Opus tidak takut anjing.
14. Opus sering tidak terlihat karena warnanya sama dengan lantai.
15. Opus mau diberi nama Jono, tapi ngga jadi.
16. Opus mau diberi nama Sunu, tapi ngga jadi.
17. Opus mau diberi nama Puspita, tapi Opus cowo.
18. Kandang Opus adalah bekas kandang anjing.
19. Opus suka memandang pemandangan luar dari balik jendela.
20. Opus suka susu danc*w.
21. Opus bisa tidur seharian.
22. Opus mukanya doang yang galak.
23. Opus kadang suka lari tiba-tiba. *Cepet banget, padahal ngga ada apa apa :3.

Labels:


3 comment(s) on current post.




# Aku Pulang!
July 02, 2017 / permalink



6 January 2009.

Tatapannya semakin redup. Ia .. tidak pernah takut untuk kembali.
  
   Suara tangis itu kian lama kian menggelegar. Mengusik tidur siangku yang kini sudah terjaga. Kupandangi seluruh orang dewasa disekitar. Tidak ada dari wajah mereka yang tidak sendu. Banyak yang bermata sembab, tidak sedikit orang yang menangis, dan  Kini kusadari bahwa aku sedang berada di rumah Nenekku, yang mungkin Nenekku sedang menggelar acara pengajian. Karena lihatlah.. disana ada teman-temanku, sahabat-sahabatku, dan juga guru-guruku yang sedang berkerumun diruang tamu. Tahlilan.

   Aku kemudian turut muram. Sedari tadi, fikiranku dipenuhi dengan beribu pertanyaan tentang, Kenapa semua orang bersedih?

   "Apakah kamu sudah siap untuk pulang?"

   Suara nyaring nan merdu itu hampir saja membuatku terlonjak.

   Kulihat seorang pria berwajah rupawan yang kurasa baru pertama kali ini aku melihatnya. Sangat rupawan. Melebihi aktor aktor hollywood terkemuka. Dan sepertinya, sekarang ini beliau patut menyandang gelar sebagai 'orang terganteng seantero bumi'. Percayalah.

   "Pulang ke rumahku?" tanyaku.

   Pria tersebut tersenyum. "Ke rumah kita semua, nak"

   Aku menyelidik. "Rumah kita?"

   Pria tersebut kembali tersenyum. Senyum yang sangat menentramkan.

   "Hey, kurasa kita sepantaran, ayolah, jangan memanggilku dengan sebutan 'nak' seperti itu, aku jadi merasa sangat bocah jika berada disebelahmu" senggolku. Aku merasakan pundaknya. Pundaknya sangat kokoh.
  
  Pria itu mengacak-acak rambutku, seakan-akan aku memanglah seorang bocah. "Aku beribu-ribu tahun lebih tua darimu, Mal!"

  "Hey? Apakah kita saling kenal satu sama lain sebelumnya?" tanyaku menyadari bahwa ia menyebut namaku. Dan itu terdengar sangat bersahabat.

   Pria tersebut tertawa lirih. "Ya, dulu kita sering bermain bersama, kau ingat?"

   Aku berusaha untuk mengingatnya kembali. Sangat keras.
   Namun hasilnya nihil.

  "Sudahlah, itu hal yang wajar, kurasa kau akan mengenalku kembali setelah semua ini" ia menepuk pundakku.

   Semua ini?

   Aku kembali memandangi apa yang sedang terjadi disekitarku. Dan..
.. Ah, Ibu! Apakah semuanya baik baik saja?

   Aku pergi kekamar Ibu dan semuanya tidak bertambah baik.
   Lihatlah.. Ibu sedang menjerit-jerit seperti orang gila.

   Aku memberanikan diri untuk mendekat ke arah Ibu yang masih saja menangis. Ada Ayahku disana, tetangga dan juga saudara-saudara yang kukenali yang juga ikut berkerumun disekitar Ibu, berusaha menenangkan hatinya. "Istighfar sing katah Bu .."

   "Mama"

   Aku berusaha memanggil Ibu. Namun, Ibu sepertinya tidak mendengar. Dan semua orangpun seperti tidak menghiraukanku.

   Aku mencoba memanggil Ibuku satu kali lagi, kali ini suaraku lebih lantang dari yang sebelumnya.

   "Mama!"

   tetapi Ibuku malah menangis lebih keras. Aku menjadi merasa bersalah akannya.

   Tidak lama, pintu kamarpun berbunyi. Seseorang mengetoknya dari luar. Kini, tangis Ibu berhenti. Salah satu tetangga membuka pintu kamar. Kemudian terlihat gadis kecil berambut pendek sebahu dari balik pintu. Ragu ragu untuk memasuki kamar.

  Itu Adikku.

  Wajah Adikku merah padam. Tawa ceria yang biasanya selalu ada dalam dirinya serasa sirna, digantikan dengan lambang U terbalik yang kini sedang membentuk bibir mungilnya.

  Aku tidak ingin melihat adikku yang ceria itu terlihat murung seperti sekarang. Aku ingin menghiburnya, aku ingin menghampirinya.. aku..
.. ingin...
...memeluk Adikku...
... sekali lagi.

  Aku berlutut didepan adikku, berusaha mensejajarkan tinggiku dengannya. Tanganku mengembang, memberikan isyarat agar Adikku berlari kearahku, kemudian membiarkannya menangis dipundakku, seperti apa yang biasa kami lakukan jika ada teman Adikku yang berbuat ulah kepadanya.

  Namun Adikku masih terdiam. Tidak menangis, tidak tertawa. Tidak bergerak. Yang kudengar hanyalah suara nafasnya yang menderu.

  "Nduk... Ayo masuk, jangan didepan pintu terus begitu.."

  Suara salah satu tetangga tidak membuat tanganku menurun. Tanganku masih tetap mengembang, menunggu Adikku mendekatiku lalu kemudian memelukku.

   Dan akhirnya, Adikku perlahan melangkah maju..

.. terus maju ..

.. dan berhenti tepat dihadapanku

  Kemudian, aku berusaha memeluk tubuh mungilnya..
..
..
..tapi..
..tidak bisa

  Aku berusaha memeluknya lagi.

..kuulangi lagi
..sekali lagi
..aku terus berusaha untuk memeluk adikku

   Adikku mulai menangis. Tanpa suara. Tidak apa.. tidak apa..
..sekali lagi
..lagi
..lagi
..dan lagi

   Tubuh Adikku bergetar. Tangisnya sangat menyakitkan.
   Aku menjadi panik. Sangat panik. Aku terus mengulang gerakanku berkali-kali. Namun...
.. aku tidak bisa ..

.. tanganku..
..menembus

  Tanganku menembus tubuh mungil Adikku setiap kali aku hendak memeluknya.

Tidak apa dik, tidak apa ..

Tidak apa.. semuanya akan baik baik saja..
  
  Kemudian aku mendengar suara langkah seseorang dari belakangku. Ayahku mempunyai suara langkah yang sangat khas. Tegas. Teratur.

  Ayahku melangkah menembus tubuhku. Aku akui, ini sangat menyakitkan.

  Aku memang tidak merasakan apapun ketika Ayahku menembus tubuhku. Namun entah kenapa ini sangat menyakitkan.

  Ayahku kemudian memeluk Adikku, dan menggendong tubuh mungilnya. Kemudian Adikku menangis di pundak Ayahku.

  Aku melihat Ibuku mengusap wajahnya. Menghilangkan bekas air matanya. Kemudian berusaha tersenyum sambil berkata "Jangan menangis dik, Mamas tidak suka melihatmu menangis seperti itu..."

  Ayahku membelai rambut Adikku. "Mamas pasti akan sedih jika liat kita semua sedih dik, jangan menangis gitu dong biar Mamas ga sedih ..." Ayahku mengusap air mata Adikku. Berusaha menenangkan Adikku.

...yang tanpa ia sadari, juga menenangkanku.

   Adikku mengangguk, lalu bertanya
"Apakah kita bisa ketemu Mamas lagi?"

   Ayahku tersenyum, "Kita hanya berpisah sebentar saja Dik... InshaAllah, kita semua akan menyusul Mamas, bertemu dengannya lagi di tempat yang paling indah.."

  Adikku akhirnya tersenyum, disusul Ibu. Dan juga para tetangga yang sepertinya sangat lega melihat Ibu sudah tidak lagi menjerit jerit seperti beberapa menit sebelumnya.

  Aku kemudian tersenyum.

  Kulihat pria berwajah tampan seantero bumi tadi sudah berada di ambang pintu. Ikut tersenyum.

   Pria terganteng seantero bumi itu mengulurkan tangannya.

   Tanganku menggapainya.

   Tidak tembus. Aku bisa merasakan tangannya. Tangannya erat menggenggamku.

  "Waktunya habis, sudah siap?"

   Aku mengangguk.

   Akhirnya..

.. Aku pulang!

--

Untuk Alm. Kemal Arkaun Al-fuadi rahimullah.
Selma buat cerita fiksi ini dalam rangka Selma sedang kangen Mamas, hehe.
InshaAllah, esok kita semua akan dipertemukan lagi, di jannahNya.
Aamiin.

XOXO
Adikmu yang dulunya terkenal sangat menyebalkan.

Foto Selma Garuda.
Mamas dan Selma.

Labels: ,


0 comment(s) on current post.




# Smala18 Goes to Bali
July 01, 2017 / permalink




Just wanna post this second video about my trip to Bali a few month ago. First video is on my Instagram, here it is.

1/3 , 2/3 , 3/3

Enjoy it. And please don't judge me just because my video is terrible :'v I am newbie and still learning.

Have a same hobby? We can be friends and let's sharing XD

And yeah, finally.. one of my wishlist was done.



Np : Don't forget to like, comment, subscribe, and follow my instagram XD. I will definitely follow back yours if you say so on direct message or comment in one of my post.

however.... Let's be friends XD

Labels: ,


1 comment(s) on current post.




# Trouble
June 27, 2017 / permalink

Related image

Hey guys, kita kedatangan guest star yang sangat menarik hari ini. Tidak ada satupun orang yang tidak merasa familiar akannya. Karena guest star yang satu ini benar-benar special. Like mine, dia juga bisa merubah hidupmu dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

So, kita sambuut !

“Trooooooooubleeeeeee”

It’s seems like; Halo ‘trouble’, are u fvcking kidding me?

Let me ask you. Apakah hal ini pernah terlintas di fikiranmu?

Bahwa,
Bagaimana rasanya menjadi ‘trouble’ itu sendiri? Problems? Yang bahkan semua orang menghindarinya. Tidak ada satuorangpun yang menginginkannya, right?

But nyatanya, guys, apakah kalian sadar, bahwa ternyata, ‘trouble’ sendiri adalah sebuah something we need.

Why?

Kita butuh some of trouble, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa. Agar kita bisa berevaluasi, agar we are grow up to be the better version for each of us.

Dan itu membuatku berfikir bahwa ternyata, ‘trouble’ sendiri bisa membuat hidup kita menjadi berwarna. Tidak flat. Tidak monoton. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Seperti one of the song lyric from Belle and Sebastian - The Boy with The Arab Strap
‘Color my life with the chaos of trouble’

Or from Lenka - ‘Trouble is a Friend?”

It’s seems like; Trouble : See u later on the next level, kid.

But it’s okay, Trouble, akupun tidak sabar untuk bertemu dengan ‘better version of me’.

So guys,

What do u think?

Labels: ,


0 comment(s) on current post.




# If i were Cinderella..
June 23, 2017 / permalink

Related image
But trust me, I can't dance that well.

Uh, I’m gonna feel worse now.


And i hope u gonna not ask me about f*cking questions like; are u okay? or blah blah blah. 


And sure enough, i trust you that you didn't.


You just hugged me, and said;



Everything's gonna be alright

I like your smile. More specifically, i like the way you smile at me. I like the way you treat me like... a princess?. How jerk are you. It's make me feel like you already be my prince. And if i were 'your' Cinderella, i will be not go out from the palace. I will stay with you. I will keep dancing with you, even though the clock has chimed 12 times. And sure, i will not care about everything hahaha.


So did you.


Right?


Sometimes it feels like.. No, i mean, it's absolutely that, the problem is on me.

Not you.

And what the hell am i talking about?


For your information, -you should have really known about it- that i just feel complete when you are around. And i will feel lost when you are gone. Tell me that this is not temporary,



Nothing to worry about

"I'll get rid of the monster inside your head" you tried to joke. And i laughed.

"Insecurity is a f*cking terrible monster"


And you are the only one who will become the prince and annihilate it.



So, wanna dance again? Cinderella?

What ?

No, I mean, my Princess?

...

Because you are you. And i love that!

I laughed, again.

Of course i do, my Prince.
Cilacap, 23 June 2017
Just a stress reliever in the midnight.

Labels: , ,


0 comment(s) on current post.




# Surat Cinta untuk Ramadhan 2017
June 20, 2017 / permalink
Selamat pagi kamu!
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan :)
Selamat liburan dan
Selamat lebaran!

Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah yaa. InshaAllah.

Dimulai dari 'ketidaksengajaan' di awal ramadhan. Yang niat awalnya les Fisika (karena besok UAS Fisika, dan saat itu sedang hujan deras, serta buka puasa hari pertama di mobil bukan lagi menjadi masalah. Worth it.), tapi karena sedikit kesalahpahaman yang berakibat fatal; kita jadi batal les. So, dengan suasana hati yang kecewa af, kita memutuskan untuk belajar bersama di suatu cafe.



27/5/2017
Ais, Icha, Me (blue hijabi), Oca

Pelajaran pertama : UASikin aja.

Buka bersama dengan makanan paling enak sedunia bersama orang orang paling baik sedunia. Rendang!

2/7/2017 Start from left : Mom, Me, Dad.

Dilanjut dengan minggu kedua. Kelasku berinisiatif untuk bagi-bagi rames kepada orang-orang yang kurang mampu, dan setelahnya dilanjut dengan buka bersama di salah satu restaurant. Yang sulit dilupakan yaitu ketika aku ikut nebeng salah satu sahabat, Ilma, yang 'salah baca' buat njemput aku ke kampung halaman, padahal aku sendiri ada di kosan. 21 km euy. Bayangin. Feeling guilty.

Makan bang!


Betina Eiger XD

6/7/2017 with @XIMIA8_SMALA18

Click me!
video


Lalu lusanya, buka bareng anak-anak LIA. Termasuk rencana bukber yang paling konsisten. Ngga berbelit. Dan bukan hanya sekedar wacana. Did you realize? Kalau dilihat lagi kebelakang, dulu aku dan kalian adalah apa? Hanya segerombol orang-orang asing dari beragam sekolah, pekerjaan, dan beragam usia. But now? We're just like family guys.



8/7/2017 belum siap guys.

cekrek!

hey girls :v

Dan muka kita nampang di feed ig restaurantnya nih guys XD.


https://www.instagram.com/p/BVFBDMDj1-V/
@mp_pavilion

Selanjutnya, kembali lagi bersama dengan grup terrrrrlama dalam berencana XD kidding guys. Tapi maklum sih, karena dulu aku dan kalian adalah apa guys? Adalah segerembol bocah bocah ingusan yang dikelompokkan menjadi 2 kelas (A1 dan A2) selama 6 tahun lamanya, yang 5 tahun terakhir ini sebagian dari kita dipisahkan oleh jarak! (Ada yang di Banyumas, Cilacap, Jogja, Solo, dll) Yang akhirnya, kita jadi awkward. Admit it, guys XD

But to be honest, saat udah ngumpul, kecanggungan itu akhirnya sirnaaaa juga.

A1 dan A2

A2!

3 hari berikutnya, angkatanku Smala'18 mengikuti kegiatan pesantren kilat di Pondok Pesantren Darussalam selama 25 jam 1 malam. It's great experience. Jadi santri sehari guys! Dan yang ngga bakal dilupain adalah ketika aku, Manti dan Novi delivery order cemilan dari luar karena malamnya, sehabis tarawih, kita kelaperan :'). Selama 25 jam itu pula, aku dan beberapa teman begadang diluar asrama. Dan alhasil? Paginya, kita ber5 (aku, Novi, Ilma, Dinda, Manti) tertidur saat kuliah subuh sampai kegiatan salam-salaman berlangsung.

14/7/2017 Ngabuburitnya kita simple aja. Selfie!
Kita pulang tanggal 15 Jam 8 pagi. Dan setelah angkatan kami selesai 'nyantri', Pak Presiden Jokowi datang ke PonPes tersebut untuk silaturahmi. Uwow.

Dua hari selanjutnya, adalah saat yang ditunggu tunggu! RUKBER Alumni SPENZA'15. Reuni dan bukber yaaa, bukan rukyah bersama, wkwkwk :v. Walau hanya berkisar selama 4 jam, but this is special and rare moment. Aku serasa menemukan some part of me yang bisa dibilang sudah lama telah menghilaang -tanpa disadari-. I know it's cliche, but i don't know why guysss, ngakak bareng kalian itu rasanya beda-beda gimanaaa gitu.

Pembuka dan penutup masa SMPku.

Ndah, it's been 5 years and still counting.

Ukhti Mahes, semangat hijrah yaa.
Pak Ketos.

Euy.

Smansasampang-smanjimaos-smaniccilacap-smalapurwokerto. Apapun itu,
yang pasti, kita berempat punya mantan yang sama. Mantan sekolah.

Cari Selma dalam waktu 1 detik! XD

Apapun itu, untukku, every moment, every places, every faces, every smiles adalah sama. Sama-sama menyenangkan.

Apapun itu, sepertinya euforia Ramadhan sangat handal untuk membuat zat Endorphin dalam tubuh menjadi berlebih melewati batas. Aku bahagia.

Apapun itu, tulus dari hati yang paling dalam, aku sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan kalian semua. Orang - orang hebat.

Dan apapun itu, saat ini, aku hanya ingin bilang, Terimakasih.

Terimakasih Ramadhan, atas segala cerita yang tidak kalah manisnya dengan takjil buka puasa.
Terimakasih Ramadhan, atas segala cerita dan juga orang-orang hebat yang ada didalamnya.

Dan Terimakasih,

untuk kamu yang sudah menyempatkan waktumu untuk membacanya sampai akhir.

Cilacap,
20 Juni 2017.

Labels: ,


0 comment(s) on current post.




# Opus
May 15, 2017 / permalink
15 May 2017. After school. Out of the blue, my Dad told me to buy a cat. Suddenly.

Yash.

Kucing.

And my Dad says, "It just whatever u like".

With frills, "Yang penting bagus".

Guys, semua orang juga tahu kan kalau kata 'Bagus' itu teramat sangat relatif. Selera.

Mungkin, something that i like is thing that my father doesn't like. Begitu juga sebaliknya. So? What. should. i. do?!

Then, aku pergi ke pet shop dan disana ada banyak sekali kucing. Bagus-bagus. So, aku gaperlu khawatir. My Dad surely like it. Terutama yang ini :


Karena gede.
Yup. On this case, i always like 'yang gede gede'. ;)

But,

Then, mbak mbak pet shopnya bilang "Ini semua titipan orang ya Mbak"

"...."

Mbak, you just like a PHP. Kayak udah diajak melayang tinggi tinggi, namun secara tiba-tiba dihempaskan ke bumi layaknya lagu Baby Doll by Utopia. *Untung udah terbiasa mbak.

"Yang sisa tinggal ini doang" sambil nunjuk tiga kandang kucing dipojokan yang hawa hawanya kaya ngga terawat. Speechless.

God. Help.

Ada 3 kandang di pojokan. Kandang paling kanan diisi oleh 3 kucing putih. Kandang yang ditengah diisi oleh 2 kucing hitam. Dan kandang yang disebelahnya lagi diisi oleh kucing berwarna coklat beserta anak-anaknya yang tepat berada di kandang sebelah si Kucing Favorit-yang-ternyata-adalah-titipan-orang.


Lupa ga ngefoto yang sebelah kanannya lagi :(

Dan setelah menimbang-nimbang antara jadi beli dan gajadi beli, akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil salah satu Si Hitam dari kandang tengah karena aku suka warna hitam dan ngga bakal keliatan kotor.

But,

Setelah Mbaknya mengajak Si Hitam buat keluar, dia malah nyakar-nyakar gitu ke Mbaknya. Im shocked kan jadinya.

"Loh Mbak, kok nyakar-nyakar?"

"Iya Mbak, yang ini emang galak"

"Hah?! Yaudah deh gajadi mbak, pilih aja salah satu dari mereka yang jinak"

Then, it's my final decision.
Buat apa punya kucing sesuai selera, tapi dianya malah ngga ada selera sama kita, yegak?

"Cuma ini doang kok Mbak yang galak, yang lainnya engga"
Dengan tambahan, "Jangan saya yang milih dong Mbak, saya jadi ikutan bingung"

"Yaudah.."

"Yaudah gimana Mbak?"

"Yaudah ambil yang paling gede aja" And it's my really final decision. "Yang sebelah kanan sendiri, kayanya itu paling gede"

Mbaknya akhirnya ngeluarin Si Putih Paling Gede. And he's so cutee!. Melambai-lambai nyiur di pantai! Dan yang terpenting, dia zuper-jinak!.

Yaudah! Itu aja! Yah, walaupun warna putihnya jadi bikin keliatan kotor sih, but.. daripada tidak?

So, aku memutuskan untuk "Kucingnya dimandiin sekalian ya Mbak" karena keliatan kotor. Nih liat aja sendiri.



Aku menunggu sekiranya 1 jam sampai Si Kucing selesai dimandikan. Dan setelahnya, membayar Si Kucing sambil susah payah nego. Hasilnya? Harganya diturunkan 30% dai harga aslinya. Nguehehehe.

Sampai rumah, My Dad says "Great"
"Warnanya kotor"
"Tapi ngga masalah"

Kami sekeluarga memberi nama 'Opus' karena dia bakalan dateng kalau dipanggil 'Pus?'

Meet Opus everyone  <3 3="" td="">

Dan ini adalah Opus setelah beberapa bulan. Sudah tambah gemuk dan bulunya memanjang.


Heylo there !

Baca juga : Facts About Opus

Labels:


0 comment(s) on current post.




# 16
May 09, 2017 / permalink





Selamat datang 16!

To be honest, i don’t know why i am so excited. Oh my Godddd, i am chillinnnn

Halo 16. Hope u makes me wiser.

Terimakasih atas segalanya;

Kepada yang terus mendoakan sesuatu yang baik, yang memperjuangkan tenaga dan fikirannya, yang selalu sabar atas segala tingkah laku Selma, yang selalu maklum, yang selalu mengerti,

yang dulu pernah membuat bibir ini tersenyum walau hanya sedikit, yang dulu pernah membuat mata ini berair walau sampai menangis, yang pernah membuat hati bergejolak walau kemudian dirobek, yang pernah berjanji lalu ditepati (pun yang tidak), yang pernah meninggalkan luka,

yang datangnya tak direncanakan, yang suka membuat tawa walau tidak disengaja, yang paling menyusahkan, yang suka menghantui saat mata sedang terlelap, yang selalu mengganggu fikiran

namun terasa menyenangkan,

Adalah kalian,

Sosok-sosok luar biasa yang pernah Selma temui. Selma sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan kalian semua.

Terimakasih karena kalian telah meluangkan waktunya untuk mengingat, melihat, bercakap, bahkan bersahabat.

Terimakasih telah membuat hari-hari Selma menjadi lebih berwarna.

Terimakasih telah menjadikan Selma sebagai Selma yang saat ini kalian kenali.

Segala pencapaian Selma untuk segala hal yang baik baik adalah hadiah dari kalian semua.

I'm really trying so hard to turn into a better Selma.

Terimakasih.
  
Dear God.
I never regret about an encounter. I'm even so grateful for every meeting I've done. Thankyou very muchhh God, for your gift of the opportunity for me to meet them all. They are very wonderful people. Beautiful people. Convey this happy feeling for them. Make them happy as I am so happy to meet them. Please take care of them. Make them always being happy in the world and the hereafter. Thanks guys for make my life so colorful. Thank you very much, God. I love you.

And last but not the least,
Special thanks for :
Teruntuk ucapan jalur pribadi di dini hari 00:00, 03:00, 05:00, dan yang menyusul dalam group chat. Atau bahkan untuk ucapan 4 hari sebelum d-day wkwkwk.
Teruntuk foto aibnyaa.
Teruntuk yang ngotot keukeuh ngga mau ngucapin. Walau akhirnya ngucapin juga.
Teruntuk beberapa teman yang menyanyikan happy birthday keras keras di depan kelas.
Teruntuk Mama Bapak yang awalnya Selma kira lupa tapi akhirnya ngucapin jugaa.
Teruntuk Ais, Icha, Oca yang repot-repot bawa kue eigo, balon 16, dan juga hiasan happy birthday ke kosan.


Teruntuk Ibu kos yang telah mendoakan.
Teruntuk 2 orang teman + 3 sahabat yang meramaikan malam di warung es depan gang kosan.
Teruntuk Mama Bapak yang malem malem nyamperin dan ngajakin makan.


Teruntuk Allah, yang membuat hari ini menjadi one of the best unforgettable day on 2017.

Terimakasih 9 Mei 2017.

Terimakasih.

Labels:


0 comment(s) on current post.